Jumat, 28 November 2014

Macam Macam Majas dan Artinya | Secara garis besar majas dibedakan menjadi 4 (empat) macam, yaitu majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Berikut ini penjelasan dari macam-macam majas tersebut lengkap dengan pengertian dan contohnya.
Macam macam majas perbandingan antara lain sebagai berikut:
  • Perumpamaan: Majas perumpamaan adalah majas yang menggunakan perumpamaan atau peribahasa yang menggunakan kata seperti, umpama, ibarat, bak, bagai, dan sebagainya. Contoh: Mereka selalu saja bertengkar seperti anjing dan kucing; Pendiriannya selalu berubah-ubah bagai air di daun alas.
  • Metafora (Perbandingan Langsung): Majas metafora adalah majas perbandingan yang menggunakan kata-kata kiasan yang tidak menggunakan kata seperti. Contoh: Sampah masyarakat itu akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi.
  • Personifikasi: Personifikasi adalah majas perbandingan benda-benda tak bernyawa seakan-seakan bernyawa atau hidup seperti manusia. Contoh: Angin membelai rambutnya yang tergerai; Bulan tersenyum kepada bintang.
  • Alegori: Alegori adalah majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh, Pernikahan merupakan bahtera yang harus dijalani dengan hati-hati. Suami-isteri bagai nahkoda dan juru mudi yang hendaknya seia sekata melayarkan bahteranya sehingga dapat mengarungi lautan kehidupan yang penuh badai dan gelombang.
Macam macam majas pertentangan antara lain sebagai berikut:
  • Hiperbola: Hiperbola adalah majas yang menyatakan sesuatu secara berlebihan untuk mencuri perhatian dari para pembaca. Contoh, Ia terkejut setengah mati begitu melihat mayat perempuan itu.
  • Litotes: Litotes adalah majas yang mengecilkan suatu hal positif menjadi negatif atau dalam kata lain mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh, Terimalah kado dariku yang tidak seberapa ini.
  • Ironi: Ironi adalah majas yang menyatakan makna bertentangan dengan bermaksud menyindir. Contoh, Aduh, bagus sekali nilai rapormu, banyak angka merahnya.
Macam macam majas pertautan antara lain sebagai berikut:
  • Metonimia: Metonimia yaitu majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan nama pembuat atau merek dagang benda tersebut. Contoh: Ayah baru membeli sebuah kijang. (mobil); Dani mencuci dengan rinso. (deterjen).
  • Sinekdode: Sinekdode yaitu majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan hal-hal yang dipentingkan. Contoh: Indonesia berhasil menyabet medali emas cabang sepak bola pada Sea Games lalu.
  • Alusio: Alusio yaitu majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa umum yang terjadi atau penggunaan bahasa yang umum untuk menunjukkan suatu maksud. Contoh: Ceritakanlah kejadian itu dengan jujur, kamu jangan kura-kura dalam perahu.
  • Eufimisme: Eufimisme adalah majas pertautan yang menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan kesopanan (menghaluskan).
Macam macam majas perulangan antara lain sebagai berikut:
  • Pleonasme: Pleonasme adalah majas yang pengungkapan kata-katanya berlebihan dalam rangka penegasan arti kata. Contoh, Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.
  • Aliterasi: Aliterasi adalah majas yang memakai kata-kata yang bunyi awalnya sama. Contoh, Dara damba daku datang dari danau.
  • Repetisi: Repetisi adalah majas perulangan kata-kata atau kelompok kata yang sama. Contoh, Tidak setiap derita, jadi luka/tidak setiap sepi, jadi duri.
  • Paralelisme: Pararelisme adalah majas perulangan yang disusun dalam baris yang berbeda. Majas ini biasa hadir dalam sebuah puisi. Contoh, Sepisau luka sepisau duri/sepikul dosa sepikau sepi/sepisau duka serisau duri/sepisau sepi sepisau nyanyi/sepisaupa sepisaupi.
  • Antanaklasis: Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama, namun berbeda makna. Contoh, Ayah selalu membawa buang tangan untuk buah hatinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar